Stinky Reunion 2015Stinky yang terlahir dari sebuah SMA di Jakarta Barat pada tahun 1992 ini menggunakan Sigung (hewan pada komik Donald Bebek) sebagai logo grup. Sigung adalah binatang yang memiliki senjata pamungkas dengan baunya tapi sebenarnya dia adalah binatang romantis. Makanya mereka lebih suka pakai nama itu dan kesan romantis itu bisa terdengar dari tema lagu – lagu yang mereka mainkan. Lewat lagu romantis pula nama Stinky berkibar. Band yang terdiri dari : Andreas Tulany [Vokal], Edy Suryo Triputrianto [Drum], Ndhak Surahman Hartono [Gitar], Helman Maulana [Gitar] dan Irwan Batara [Bas] semula adalah band rock. Stinky yang juga bisa berarti Satu Pikiran, S berarti satu Tinky berarti Thinking.

Semula mereka berasal dari dua band yang berbeda yaitu Trailer dan Madesu [Masa Depan Suram], mereka suka berkompetisi saat acara perpisahan SMA, tapi nggak tahunya dua – duanya sama jelek, akhirnya mereka putuskan untuk gabung dan jadilah Stinky. Setelah lulus SMA Stinky ikut beberapa festival dan dari beberapa festival itu mereka dapat meraih gelar kejuaraan. Stinky dua kali ikut festival rock di Budi Luhur dan meraih dua penghargaan Grup Terbaik dan Grup Terfavorit pada tahun 1993. Selain itu Stinky juga meraih juara harapan di festival Jakarta Rock [Jak Rock]. Dari tiga prestasi itu mereka membuat demo – demo yang ditawarkan hampir kepada semua perusahaan rekaman di Jakarta. Waktu itu konsep musiknya rock. Tapi nggak diterima.

Stinky lantas banting setir. Dari rock mereka mencoba peruntungan di jalur pop. Disaat mereka sudah putus asa Irwan pun mencoba menciptakan lagu pop, terciptalah lagu dengan judul `Asa Yang Tersisa`. Setelah tiga tahun bergerilya dengan mengirim demo, akhirnya Billboard tertarik. Agustus 1995 Stinky mulai kontrak dan mulai merilis album pertama sampai beredar pada tahun 1996 dan album tersebut meledak dan stinky-pun terangkat namanya dan mensejajarkan diri dengan band-band populer pada masa itu.

Setelah satu tahun Stinky tidak mengeluarkan album tetapi di tahun 2001 satu ini mereka mengeluarkan album yang berjudul Permata Hati. Meski baru akan dirilis 22 Februari mendatang bersamaan dengan ulang tahun Stinky, album keempat mereka kini sudah beredar. Coba simak apa perbedaan album ini dengan album sebelumnya?

Secara konsep masih sama seperti album lalu, tapi dalam album ini ada beberapa lagu yang dinyanyikan bersama-sama seperti pada konsep album pertama. Album yang masih diproduksi Bulletin Records itu lebih dominan. Porsi koor pun lebih banyak. Cirinya terletak pada saat mereka nyanyi bersama.

Perubahan yang terjadi pada Stinky adalah pergantian manajemen. Saat ini mereka ditangani oleh Netral Management, yang juga menangani Netral dan Bluesavanna. Netral Management adalah metamorfosa dari manajemen Mahameru yang pernah menangani Dewa di album kedua dan ketiga, sebelum akhirnya Dewa memisahkan diri dari Mahameru dan memiliki manajemen sendiri.

Tiga tahun vakum dari hingar bingar panggung musik Indonesia seperti menjadi tidur panjang bagi Stinky. Grup band yang pernah meraup angka penjualan satu juta copy dengan hits Mungkinkah ini bersiap untuk kembali menggeliat. Sebuah album baru siap untuk digelindingkan Andre Taulany dan rekan-rekannya. Bertajuk Pecinta Sejati album ini merupakan rilis ke delapan Stinky di luar The Best Of Stinky dan Love Song Of Stinky. Personil Stinky menyebut album ini sebagai album reuni dan kebebasan. Seperti berlebihan tetapi itulah kenyataannya. Setelah rehat selama tiga tahun, para personil Stinky kembali lagi kumpul usai melakukan petualangan sendiri-sendiri, plus kembalinya Nano salah personil awal Stinky semakin menguatkan grup ini. Rasanya tepat disebut sebagai album kebebasan.

Sepertinya Andre Taulany cs merasa dilahirkan kembali lewat albumini. Setelah 7 album sebelumnya merasa dipenjarakan kreatifitas bermusiknya oleh label terdahulu dengan alasan pemenuhan selera pasar. Kini mereka menemukan kebebasannya setelah digamit Atlanta Record. Tak heran kita disuguhi sound-sound baru ala Stinky. Mengemas 10 lagu Stinky menjagokan lagu Pecinta Sejati sebagai hits andalan pertama mereka. Dengan tetap tak tercabut dari akar pop rock easy listening ala Stinky, gendang telinga kita akan melahap suguhan middle beat yang enakdan mudah dicerna pada tembang ini.

Sebuah nuansa baru telah dihadirkan tanpa harus lari dari jati diri. Tema yang disodorkan pun tak jauh dari cerita cinta. Tak hanya Pecinta Sejati, kesembilan lagu lainnya juga dibalut tema senada seperti Saatku Pergi, Play Girl, Kaulah Adalah Kenangan, Karena Aku Punyamu, Indah, Sepuluh Tahun, Untuk Yang Terakhir, Cinta Selain Aku dan Aku Jatuh.